Penemuan Katak di Indonesia
Penemuan Katak di Indonesia
Tahun 2003, lewat survei keanekaragaman amfibi dan reptil, peneliti katak Indonesia mengoleksi katak unik. Jenis itu punya titik-titik hitam di bagian ventral tangan dan selaput kakinya.
Dua tahun kemudian ketika mengadakan penelitian di Sungai Durian, Sumatera Barat, peneliti kembali menemukan jenis itu. Tim peneliti lalu mengoleksi dan membawa katak itu ke Museum Zoologi Bogor, sementara menamainya Rhacophorus sp.
Terakhir, pada tahun 2011, seorang bernama Mediansyah mengoleksi katak dengan penampakan yang sama dari wilayah Jambi, sekitar 50 kilometer timur laut Sungai Durian. Semua spesimen dikirim juga ke Museum Zoologi Bogor.
Sekian lama tak disentuh, dua herpetolog Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy dan Hellen Kurniati, akhirnya mulai meneliti katak itu beberapa waktu lalu. Mereka mengungkap bahwa katak itu sebenarnya adalah jenis baru.
\"Katak ini merupakan kelompok katak pohon yang tidak memiliki gigi Vomer,\" ungkap Amir. Gigi vomer merupakan sepasang gigi yang ada pada langit rahang atas katak. Katak umumnya punya gigi vomer, tetapi jenis ini tidak. Absennya gigi vomer diduga terkait jenis mangsanya.
\"Katak jenis baru ini juga memiliki totol warna hitam di bagian ventral tangan, kaki, dan selaput (webbing) renang,\" imbuh Amir menjelaskan perbedaan lain katak tersebut lewat e-mail kepada Kompas.com, Senin (18/5).
Amir memutuskan untuk menamai katak itu dengan nama negara Republik Indonesia. Nama jenis katak itu dengan demikian menjadi Rhacoporus indonesiensis. Rhacoporus merujuk pada nama genus katak yang punya jari panjang dan selaput kaki.
https://nationalgeographic.grid.id/read/13298726/penemuan-katak-indonesiensis

Komentar
Posting Komentar